Najib Akan Di Mintai Keterangan Pipa Gas

Najib Akan Di Mintai Keterangan Pipa Gas – Kementerian Keuangan Malaysia (MOF) temukan dua project pipa gas sejumlah keseluruhan 9, 41 miliar ringgit (Rp 32, 7 triliun) yang mencurigakan pada masa pemerintahan bekas Perdana Menteri (PM) Najib Razak. Pembayaran project itu hampir selesai, namun projectnya belum juga usai.

Pembayaran sebesar 8, 25 miliar ringgit (Rp 28, 6 triliun) atau 87, 7 % dari keseluruhan nilai project sudah dilaksanakan kepada perusahaan China bernama China Petroleum Pipeline Bureau (CPPB) yang melaksanakan project itu, namun baru 13 % pekerjaan yang di kerjakan. Menteri Keuangan (Menkeu) Malaysia, Lim Guan Eng, memohon Najib untuk menerangkan selanjutnya tentang hal tersebut.

Seperti ditulis media Malaysia, The Star serta Malay Mail, Selasa (5/6/2018), dua project mencurigakan itu diselesaikan oleh MOF Suria Strategic Energy Resources Sdn Bhd atau SSER. Dituturkan Lim kalau SSER sebetulnya masih tetap sisi dari SRC Internasional, unit perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang diselimuti skandal korupsi.

SSER yang dibuat 19 Mei 2016 didapati menjadi anak perusahaan MOF yang berstatus wholly-owned atau semua sahamnya dikuasai perusahaan beda. Dua project pipa gas bernama Multi-Product Pipeline (MPP) serta Trans-Sabah Gas Pipeline (TSGP) yang diserahkan SSER di setujui kabinet pemerintahan masa Najib pada 27 Juli 2016.

MPP menjadi project pembangunan pipa petroleum selama 600 km. yang menghubungkan Melaka serta Port Dickson dengan Jitra di Kedah, bernilai sekitaran 5, 35 miliar ringgit (Rp 18, 6 triliun). Sedang TSGP menjadi project pipa gas selama 662 km. dari Kimanis Gas Terminal ke Sandakan serta Tawau, yang bernilai sekitaran 4, 06 miliar ringgit (Rp 14, 1 triliun).

Tender ke-2 project yang keseluruhan nilainya menggapai 9, 41 miliar ringgit (Rp 32, 7 triliun) dimenangkan oleh China Petroleum Pipeline Bureau (CPPB) pada 1 November 2016. Perjanjian tender di tandatangani oleh Treasurer-General Irwan Serigar Abdullah yang menjabat CEO SSER

Dituturkan Lim kalau kontrak-kontrak itu dirundingkan segera oleh kantor Najib, yang waktu itu juga menjabat Menkeu Malaysia. Menurut Lim, Najib sudah membiarkan peringatan atau ‘red-flag’ yang di dapatkan kantor Jaksa Agung Malaysia untuk dua project itu.

Pada Maret 2017, Kementerian Keuangan dibawah Najib mengamankan pembayaran di China Exim Bank sebesar 85 % dari nilai keseluruhan project. Bekasnya dibayarkan lewat sukuk atau surat miliki nilai syariah. Keduanya didapat dengan jaminan pemerintah federal Malaysia.

Project sepanjang 3 th. itu didapati diawali pada April 2017, sesuai sama laporan SSER. Namun pada akhir Maret 2018, project MPP didapati baru ditangani 14, 5 % serta project TSGP baru ditangani 11, 4 %.

Lim menyebutkan, pihak Kemenkeu terperanjat waktu terasa kalau dana keseluruhan 8, 25 miliar ringgit (28, 6 triliun) atau sekitaran 87, 7 % dari keseluruhan nilai project, sudah dibayarkan ke CPPB. Pembayaran sudah dilaksanakan walau pembuatan baru menggapai sekitaran 13 %. Perincian pembayaran yang sudah dilaksanakan terdiri atas 4, 71 miliar ringgit untuk project MPP serta 3, 54 miliar ringgit untuk project TSGP.

” Kami temukan jadwal pembayaran untuk kontrak diatas didasarkan hampir keseluruhannya pada patokan kerangka saat, serta bukanlah pada patokan penyelesaian pembuatan dengan cara progresif. Lebih jelek sekali lagi, berdasar pada kesepakatan yang di tandatangani, sekitaran 85 % nilai project juga akan dibayarkan pada 1 Maret 2018, ” sebut Lim dalam penuturannya.

Angka-angka itu belum juga termasuk juga pembayaran untuk perjanjian konsultasi serta perjanjian perawatan yang keseluruhan menggapai 1 miliar ringgit (Rp 3, 4 triliun). Lim jadi memohon Najib berikan keterangan masalah project-proyek ini.

” Saya harapkan untuk mengundang bekas Perdana Menteri serta bekas Menteri Keuangan kita untuk menerangkan apa serta bagaimana transaksi perihal SSER di setujui olehnya, ” ucap Lim. ” Datuk Seri Najib Razak selamanya aktif di Facebook beberapa waktu terakhir ini, ” tuturnya, mengacu pada beragam tindakan Najib berikan pembelaan diri lewat sosial media, termasuk juga masalah utang negara yang menggapai 1 triliun ringgit.