Tiga Orang Di Bebaskan

Agen Casino

Tiga Orang Di Bebaskan – Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota menangkap empat anggota organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) karna merazia toko obat di lokasi Pondok Gede, Bekasi.

Satu dari empat orang itu sudah diputuskan jadi tersangka serta ditahan oleh pihak kepolisian.

Kuasa hukum dari Tubuh Hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar menerangkan urutan penangkapan anggotanya oleh kepolisian.

Aziz menjelaskan pada Rabu (27/12) siang, FPI memperoleh laporan dari orang-orang mengenai peredaran obat keras Daftar G serta narkotik di satu diantara toko obat di lokasi Pondok Gede, Bekasi.

” Sesudah memperoleh laporan itu, lantas FPI memohon pertolongan pihak TNI serta Polri untuk mengamankan obat-obatan itu, ” tutur Aziz berdasar pada info tertulis yang di terima, Sabtu (30/12) .

Waktu FPI mendatangi tempat itu, diketemukan tanda bukti beberapa ratus butir obat keras Daftar G serta beragam jenis obat yang sudah kadaluarsa.

Menurut Aziz, ditempat itu FPI temukan beragam jenis type pil type lexotan obat keras dari Dextro, Tramadhol, Exzimer serta beda sebagainya termasuk juga obat anak-anak yang telah kedaluarsa.

” Sesudah temukan barang-barang bukti itu, FPI segera menyerahkan aktor supaya diolah hukumnya pada aparat keamanan, ” tutur Aziz.

Satu hari sesudah aktor yang memiliki toko obat itu di tangkap petugas, empat orang anggota FPI malah dijemput paksa oleh aparat kepolisian tanpa ada didahului surat pemanggilan resmi pada Kamis (28/12) .

Ke-4 orang yang di tangkap paksa yaitu, Boy Giandra, Syafii Alwi, Roni Herlambang serta Saiman.

” Mereka di panggil jadi saksi, nah kan semestinya saksi dikirimin surat dahulu menurut KUHAP, nah tapi mereka dijemput paksa dirumahnya tuch, ” lebih Aziz.

Dari empat orang anggota FPI yang di tangkap, tiga orang dibebaskan.

Tetapi, satu orang anggota FPI, Boy Giandra sampai saat ini masih tetap ditahan serta dipakai pasal 170 serta 335 ayat 1 mengenai kekerasan serta pemaksaan dengan ancaman 5 th. pidana karna pelaporan pihak yang memiliki toko obat yang telah ditahan polisi.

” Laskar itu cuma ambil narkobanya serta diserahkan pada kepolisian, tapi yang memiliki narkoba itu malah memberikan laporan balik aksi laskar itu aksi yg tidak mengasyikkan, ” katanya.

Walau sebenarnya, kata dia, berdasar pada video, tak ada pengrusakan pada siapa saja serta oleh siapa saja.

” Pengrusakan apa cobalah? ” lebih Aziz.

Aziz menyebutkan kalau polisi salah dalam menangkap serta menahan warga yang perduli pada bahaya obat-obatan kedaluarsa serta narkoba.

Ia memberikan bila perkara ini tidak dilakukan tindakan dengan baik, jadi juga akan jadi preseden jelek untuk penegakan hukum serta keadilan yang akan datang.

” Sebab apabila ada aktor kriminil, seperti pengedar narkoba, atau maling yang mengambil dirumah anda, lalu anda lakukan tangkap tangan, malah si maling atau pengedar narkoba, dapat menuntut anda dengan pasal-pasal karet seperti perbuatan tidak mengasyikkan dan sebagainya, ” pungkas Aziz.